Taktik Jenius Spalletti: Pierre Kalulu Menjelma ‘Di Lorenzo Baru’ di Juventus
2026-02-02 10:54:43 By Ziga
Sentuhan tangan dingin Luciano Spalletti kembali terlihat jelas di tubuh Juventus. Pelatih asal Italia itu berhasil mengubah Pierre Kalulu menjadi senjata baru yang mematikan, dengan peran vital dalam kemenangan meyakinkan 4-1 atas Parma di Stadio Tardini, Senin (2/2/2026) dini hari WIB.
Spalletti memberikan instruksi khusus yang mendorong Kalulu bermain jauh lebih ofensif dari biasanya. Perubahan peran tersebut sontak mengingatkan publik pada sosok Giovanni Di Lorenzo saat bersinar bersama Napoli.
Skema ini terbukti efektif membongkar barisan belakang Parma. Kalulu bahkan mencatatkan assist cerdas yang berujung pada gol voli indah Weston McKennie.
Eksperimen taktis tersebut memperkaya opsi serangan Juventus, khususnya dari sisi kanan. Spalletti pun mengungkapkan bahwa peran baru ini dirancang untuk menciptakan ketidakteraturan dalam sistem bertahan lawan.
Dalam skema tersebut, Kalulu dituntut aktif melakukan overlap hingga ke area sepertiga akhir lapangan. Tujuannya jelas: menarik keluar pemain bertahan lawan dan membuka ruang bagi rekan setimnya.
Kecerdasan membaca situasi menjadi fondasi utama dari peran hibrida ini. Juventus kini mampu mengubah ritme permainan secara cepat, dari permainan sempit menjadi melebar hanya dalam hitungan detik.
“Posisi ini sangat krusial untuk memberi alternatif dan menciptakan kekacauan di lini pertahanan lawan,” ujar Spalletti.
“Dia tahu kapan harus mulai berlari,” tambahnya.
Di sisi lain, Spalletti juga menyampaikan doa bagi Giovanni Di Lorenzo yang tengah dibekap cedera. Ia menilai Kalulu sedang berada di jalur yang tepat untuk mencapai level permainan serupa dengan kapten Napoli tersebut.
Keduanya dinilai sebagai pemain komplet dengan kecerdasan posisi yang tinggi. Peran mereka tak sekadar bertahan, tetapi juga mengatur alur permainan tim.
“Di Lorenzo adalah pemain yang sangat piawai dalam menempati ruang antar lini, dia komplet, dan Kalulu sedang menuju ke arah itu,” puji Spalletti.
“Dia mampu mengendalikan tempo permainan rekan-rekannya,” lanjutnya.
Kemenangan besar ini juga diwarnai pujian para pemain terhadap metode kepelatihan Spalletti. Gleison Bremer dan Weston McKennie menyebut sang allenatore sebagai figur yang “unik”.
Namun, Spalletti memilih bersikap rendah hati. Ia meminta para pemain untuk saling mengapresiasi satu sama lain dan menegaskan bahwa koneksi di dalam tim adalah kunci utama.
“Bagi saya, yang paling mendasar adalah memiliki hubungan yang baik dengan tim yang ingin menikmati permainan sepak bola,” kata Spalletti.
“Dengan cara itu, kualitas seperti yang kita lihat hari ini bisa benar-benar keluar,” sambungnya.
Sayangnya, pesta kemenangan ini harus dibayar mahal. Juventus kehilangan Kenan Yildiz yang terpaksa ditarik keluar saat turun minum.
Pemain muda asal Turki tersebut mengeluhkan masalah pada ototnya usai tampil sejak menit pertama. Situasi ini menjadi sinyal peringatan menjelang laga berikutnya pada hari Kamis.
“Kami percaya padanya, tetapi sekarang dia merasakan nyeri bahkan saat berjalan, jadi kondisinya harus dievaluasi,” jelas Spalletti.
“Saya rasa akan sulit mempersiapkannya untuk pertandingan hari Kamis,” tutupnya dengan nada waspada.
Sedang Tayang
🔥 Populer